Maksimalkan Pengumpulan ZIS, BAZNAS Komitmen Jaga Kepercayaan Muzaki

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menekankan pentingnya memaksimalkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) selain di bulan Ramadan dan Idul Adha. Karena pada tahun ini, BAZNAS se-Indonesia menargetkan Pengumpulan ZIS sebesar Rp50 triliun.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D, dalam Pengajian Selasa Pagi dengan tema “Pengumpulan Retail Pasca Idul Kurban” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS. Turut hadir sebagai narasumber Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana.

“Seperti yang kita tahu, banyak orang berzakat bersedekah di bulan Ramadhan dan banyak orang berkurban di bulan Idul Adha. Pertanyaannya, selain dua momen itu, apakah masih banyak orang mau zakat, infak, dan sedekah?” Kata Prof Nadra membuka diskusi Pengajian Selasa Pagi, Selasa (10/06/2025).

Menurut Prof Nadra, jumlah muzaki yang berzakat di BAZNAS pusat dan BAZNAS daerah selama bulan Ramadhan meningkat drastis begitu juga mereka yang berkurban melalui BAZNAS di hari raya kurban. Selain dua momentum tersebut, kurva pengumpulan ZIS di BAZNAS Pusat dan daerah turun.

Padahal, kata Prof Nadra, kewajiban membayar zakat tidak hanya pada bulan Ramadan saja namun di bulan-bulan lain pun bisa dilakukan seperti zakat mal atau zakat harta yang wajib dikeluarkan. Karena itu, menurut Prof Nadra, perlu dibuat strategi-startegi atau kiat-kiat khusus agar para muzaki ini tidak hanya mengeluarkan zakatnya pada momentum tertentu saja.

“Kita harus berusaha mengejar mereka yang layak mengeluarkan ZIS seperti para pengusaha yang bergerak di bidang pertanian, pertambangan, dan bidang lain agar mengeluarkan ZIS dan menyalurkannya melalui BAZNAS,” ujar Prof Nadra.

Pada kesempatan ini, Kepala Divisi Penguatan Pengumpulan BAZNAS Adhi Kelvianto Septa Pradana menyampaikan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan BAZNAS untuk mengoptimalkan pengumpulan ZIS tahun 2025 ini agar mencapai target Rp50 triliun.

Menurut Adhi, salah satu bagian terpenting dari mengoptimalkan pengumpulan ZIS dengan selalu mengupdate data para muzaki setiap tahunnya, serta memaksimalkan kanal-kanal yang dimiliki BAZNAS termasuk kantor digital, platform media sosial, konter-konter BAZNAS di setiap daerah, dan juga baliho-baliho yang dipasang.

“Untuk meningkatkan pengumpulan adalah dengan memberikan kemudahan-kemudahan ini, agar mereka melihat BAZNAS dan membuka akses kepada para muzaki, tidak lupa sertakan nomer rekening di setiap unggahan media sosial, baliho, serta sediakan QRIS BAZNAS di masjid-masjid, UPZ, warung, maupun sekolah-sekolah,” kata Adhi.

Menurut M Hilmi Zuhdi selaku bidang pengumpulan digital, BAZNAS Depok pun bersama tim fundraising bisa bersama-sama mengaktifasi kampanye agar muzaki tidak bingung harus membayar zakat ke mana, memberikan infak dan sedekahnya ke mana. Kemudian BAZNAS Depok berupaya membuat baliho dan spanduk yang menyertakan nomer rekening BAZNAS Depok dengan jelas, atau membuka konter BAZNAS di mal maupun pusat perbelanjaan lain.

“Jangan lupa juga untuk membuat laporan sebagai transparansi karena inilah cara kita menjaga hubungan kita dengan relasi, dengan mitra, agar bulan depan atau mungkin tahun depannya mereka dapat kembali berzakat melalui kita,” ujar Adhi.

Share
You have been successfully Subscribed! Ops! Something went wrong, please try again.

About Us

BAZNAS Kota Depok dibentuk berdasarkan Keputusan Dirjen Bimas Islam No: DJ.II/568 Tahun 2014 tentang Pembentukan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 5 Juni 2014.

Close
Dapatkan arah
'; ';
Tunjukkan pilihan Sembunyikan pilihan
Print Reset
Dapatkan arah ...
Close
Find Nearby Simpan lokasi penanda Dapatkan arah

Quick Links

Donasi

Kurban

YouTube

© 2023 Created with BAZNAS Kota Depok

Scroll to Top